Unit Bank Sampah

” MUTIARA SAMPAH “

Camat Subah Bapak Wahyoe Setyo Oetomo, S.Sos bersama Kapolsek, serta Danramil meninjau Rumah Pengelolaan Sampah

        Sampah adalah masalah yang hampir tidak ada solusinya baik di perkotaan maupun di pedesaan. Banyak orang mengatakan sampah adalah biang pencemaran. Akan tetapi bagi BUM Desa “MULYO LESTARI” sampah adalah mutiara yang tersembunyi, dimana sampah yang dianggap tidak berguna, diubah menjadi sampah yang memberikan kegunaan. “Bank Sampah”  itulah istilah yang sedang kami galakkan di masyarakat. Dimana masyarakat dapat mempunyai tabungan atau penghasilan dari sampah.

                  Rapat Pendirian Bank Sampah

    “Bank Sampah”  berdiri sejak tanggal 28 Oktober 2017 bertepatan dengan hari “SUMPAH PEMUDA” dan dijadikan sebagai salah satu Unit Usaha di BUM Desa yaitu Unit Pengelolaan Bank Sampah. Ide ini muncul karena banyaknya sampah rumah tangga yang dibuang begitu saja belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan alasan inilah Pengurus BUM Desa bersama BPD, Pemerintah Desa, dan KKN UNNES Tahun 2017 mendirikan “Bank Sampah” sebagai solusi menjadikan sampah sebagai sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat.

                  Sosialisasi Bank Sampah

Langkah awal dalam proses pendirian “Bank Sampah”  adalah dengan melakukan sosialisasi-sosialisasi kepada masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga sebagai proses merubah mindset (pola pikir) yang semula menganggap sampah sebagai kotoran menjadi sampah adalah sesuatu yang dapat menghasilkan. Kenapa harus ibu rumah tangga? karena ibu rumah tanggalah yang sering berhadapan langsung dengan sampah. Dalam sosialisasi kita lebih menekankan pada penjelasan manfaat yang akan didapat ketika kita menabung dengan sampah baik untuk diri sendiri dan lingkungan. Kegiatan sosialisasi adalah kunci dari berjalannya kegiatan “Bank Sampah”. 

Ketika masyarakat sudah sadar dan termotivasi untuk bergerak, secara otomatis kegiatan “Bank Sampah” akan berjalan dengan baik dan lancar. Namun sebaliknya jika dalam proses sosialisasi tidak berjalan dengan baik, maka nantinya kegiatan “Bank Sampah” tidak akan berjalan sesuai harapan.

     Pengambilan dan penimbangan sampah

         Setelah beberapa hari Pengurus BUM Desa, KKN dan didampingi oleh BPD melakukan kegiatan sosialisasi, alhamdulillah dengan Rahmat Allah SWT tepatnya pada hari Kamis, 30 Nopember 2017 Pengelolaan Bank Sampah BUM Desa “MULYO LESTARI” telah diresmikan oleh Muspika Kecamatan Subah dengan simbolis Pemukulan Gong oleh Camat Subah Bapak Wahyoe Setyo Oetomo, S.Sos. Dengan telah diresmikannya Bank Sampah, maka kegiatan tabungan sampah oleh masyarakat sudah mulai berjalan. Sesuai jadwal yang sudah ditentukan, Petugas Bank Sampah mulai mengambil sampah yang ada di rumah-rumah penduduk dan mencatatkannya di buku tabungan sampah.

           Penjualan ke Pengepul Sampah

    Pekerjaan Petugas Bank Sampah semakin ringan, dikarenakan masyarakat sudah memilah sampah sesuai dengan jenis kategori sampah, seperti; plastik, kertas, kardus, kaleng, dan sebagainya. Semua sampah yang telah diambil dari warga, kemudian dikumpulkan di Rumah Pengelolaan Sampah (RPS) yang nantinya akan dijual kepada pengepul. Kurang lebih setiap 1 bulan sekali sampah-sampah yang ada di RPS dijual dan hasil dari penjualan sampah masuk ke Bendahara BUM Desa. Sedangkan keuntungan dari hasil penjualan tersebut digunakan untuk keperluan kegiatan Pengelolaan Bank Sampah sesuai dengan presentasi yang telah disepakati, seperti; biaya operasional, kas BUM Desa, dan kegiatan lainnya.

          Dengan adanya Bank Sampah, banyak warga masyarakat Desa Kemiri Barat yang mengaku senang karena telah mempunyai tabungan dari sampah. Sampah yang dulunya dianggap sebagai biang kotoran dan dicampakan sebelah mata, sekarang telah berubah menjadi sesuatu yang berguna layaknya Mutiara yang berharga. Semoga masyarakat Desa Kemiri Barat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan betapa berharganya sampah si biang kotoran.