PRODUK LOKAL

        Potensi-potensi yang dimiliki Desa Kemiri Barat sangatlah melimpah baik dari potensi alamnya (pertanian dan perkebunan) ataupun non alam seperti pasar desa dan lembaga pendidikan yang lengkap, sehingga mata pencaharian masyarakatnya pun sangat kompleks. Ada yang menjadi guru atau dosen, petani, tukang kayu, tukang batu, pedagang dan masih banyak lainnya. Dari situlah muncul beberapa produk unggulan lokal Desa Kemiri Barat, antara lain sebagai berikut :

1. Hand Made dari Limbah Kayu

Ide awal membuat home made limbah kayu dari saudara Bejo biasa dia panggil yang melihat tumpukan kayu bekas dari pekerjaan ayahnya yang seorang tukang kayu. Dengan kreatifitas yang dimilikinya, dia mampu membuat berbagai kerajinan seperti; tas, sandal, anting, gantungan kunci, lukisan, dan lain-lain yang kesemuanya dari limbah kayu. Bahkan kerajinan tasnya pernah dipesan beberapa buah oleh seorang pedagang yang ada di Bali melalui media medsos dengan kisaran harga jual antara Rp.300.000 – Rp.500.000,-.

Sekarang dia sudah mematenkan kerajinannya dengan nama B.J.O Furniture Face Indonesia, dan telah bekerjasama dengan beberapa pihak untuk pemasarannya salah satunya dengan pembuatan video tentang kerajinannya yang bekerjasama dengan perpusdes “Gembara Kembar” Desa Kemiri Barat. Owner: Bejo Prichatianto, Hp/WA: 085225147890

2. Hand Made dari Kelapa Gabuk

        Salah satu potensi alam yang melimpah di Desa Kemiri Barat adalah perkebunan kelapa, hampir semua masyarakat memiliki pohon kelapa di kebunnya,sehingga tidak heran jika banyak buah kelapa yang gabuk banyak berjatuhan dan menjadi busuk dengan sendirinya karena tidak ada nilainya. Akan tetapi ditangan Toto Haryanto, kelapa-kelapa tersebut diubah menjadi karya seni bernilai tinggi dengan pahatan pisau dari tangan dinginnya. Di rumah seninya yang bernama “Najib Art Galery”, dia membuat banyak karya seni dari bahan baku limbah kelapa gabuk, seperti; bentuk wajah, hewan, boneka kartun, dan akan ditambah lagi karya seni dalam bentuk lukisan serta tulisan indah menggunakan serabut kelapa.

         Hasil karya seninya sudah banyak peminatnya, akan tetapi baru sekitar wilayah Kabupaten Batang. Adapun harganya kisaran 80 ribu keatas, sesuai dengan tingkat kesulitan dalam pembuatan. Harapan terbesarnya, semua hasil karya seninya dapat diterima disemua kalangan masyarakat di Kabupaten Batang pada khususnya, dan menggema pada level yang lebih tinggi yaitu nasional.