KPMD

KADER PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA

         Pemberdayaan pada hakekatnya bertujuan membantu masyarakat untuk mendapatkan  daya, kekuatan dan kemampuan (berdaya) untuk mengambil keputusan dan tindakan yang akan dilakukan masyarakat tersebut secara mandiri. KPMD hadir sebagai pelopor, penggerak, pembimbing, perencana, perantara, pelaksana dan pembaharu yang bertugas membantu masyarakat agar; mampu memahami diri dan potensinya, mampu merencanakan (mengantisipasi kondisi perubahan ke depan), mampu mengarahkan dirinya sendiri, memiliki kekuatan untuk berunding, mempunyai  kekuatan yang memadai untuk melakukan kerjasama yang saling menguntungkan dan bertanggungjawab atas tindakannya sehingga terciptalah masyarakat desa yang berdaulat dan menjadi tuan di desanya sendiri.

         Tugas lain dari seorang KPMD antara lain; menggerakkan dan mendorong masyarakat untuk partisipasi lebih aktif dalam kegiatan membangun wilayahnya, memudahkan masyarakat dalam menyampaikan kebutuhan dan membantu mengidentifikasi potensi dan masalahnya, membantu masyarakat meningkatkan / mengembangkan kapasitas  agar dapat menangani masalah yang dihadapi secara efektif dan memanfaatkan potensi yang ada, mendorong dan menyakinkan masyarakat (termasuk aparat setempat) untuk benar-benar mendengar, mempertimbangkan dan peka terhadap kebutuhan masyarakat, dan berperan aktif  dalam men-sosialisasikan  program pembangunan partisipatif / pemberdayaan masyarakat yang ada dan pertemuan / musyawarah dalam memperoleh akses terhadap berbagai program dan pelayanan yang dibutuhkan.

      Sudah banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh KPMD Desa Kemiri Barat sebagai upaya membantu Pemerintahan Desa dalam rangka tercapainya Desa Membangun yang mandiri, bermartabat dan berdaulat. Adapun kegiatan tersebut antara lain;

1. Pemetaan Batas Wilayah Desa

     Untuk menjadikan desa yang berdaulat perlu adanya pengakuan batas administrasi wilayah yang kuat. Didorong dari semangat itulah, KPMD Kemiri Barat menginisiasi kegiatan track/pemetaan batas wilayah desa Kemiri Barat bersama BPD, LPMD, Pemerintah Desa dan dibantu oleh sahabat relawan dari Desa Tombo Kecamatan Bandar. Kegiatan ini kami lakukan kurang lebih selama hampir satu bulan dengan menggunakan peralatan GPS sebagai penentuan titik batas wilayah. Hasil dari kegiatan ini berupa peta/maps dengan menggunakan foto satelit beserta batas wilayah dan luas wilayah desa.

             Tracking Batas Wilayah Desa

2. Menginventarisir Aset – aset yang ada di desa

     Desa harus mempunyai data tentang aset-aset yang ada di wilayah desa Kemiri Barat. Hal ini bertujuan sebagai daya dukung atau bahan pertimbangan dalam proses menentukan arah pembangunan yang nantinya akan dilaksanakan. Aset-aset ini meliputi; aset asli milik desa (tanah desa dan bangunan milik desa), tempat ibadah, lembaga pendidikan, sumber mata air, tempat umum dan sebagainya.

                    Balai Desa Kemiri Barat
              Pondok Pesantren Darussalam
                  Sumur BOR
                     Puskesmas dan PKD

3. Mengindentifikasi Potensi Desa

     Desa bisa menjadi desa yang berdaya, bermartabat dan berdaulat dan masyarakatnya sejahtera apabila desa mampu mengetahui potensi desanya dan mampu memanfaatkannya secara maksimal. Adapun potensi-potensi yang telah teridentifikasi antara lain; melimpahnya hasil perkebunan dan pertanian, sumber mata air yang banyak hampir merata di setiap dukuh, mempunyai pasar desa, lembaga pendidikan yang lengkap berdasarkan tingkatannya, tradisi budaya desa, situs budaya dan potensi alam yang mempesona.

                Situs Budaya Batu Dandang
                    Spot Panorama Alam
                          Makam Waliyullah

4. Memfasilitasi Kegiatan Pra Musdes sampai dengan Musdes

      KPMD sebagai fasilitator desa ikut berperan aktif dalam suksesnya proses kegiatan Musdes. Dimana KPMD selalu mengawal dan memfasilitasi kegiatan dari Pra Musdes sampai dengan Musdes. Dalam kegiatan Pra Musdes, KPMD bersama BPD memfasilitasi terlaksananya kegiatan Musyawarah Dusun atau Musdus dalam rangka menentukan skala prioritas pembangunan yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan  pertimbangan dalam menentukan skala prioritas di tingkat desa. Setiap usulan-usulan dari RT yang kemudian direkap menjadi usulan dukuh didokumentasikan, sehingga nantinya Kadus atau ketua RT mempunyai rencana pembangunan diwilayahnya masing-masing. Terlaksanya proses Pra Musdus dengan baik berimbas pada terlaksananya Musyawarah Desa secara demokratis, transparan dan partisipatif.

5. Perencanaan Pembangunan Desa

   Siklus Perencanaan Pembangunan Desa meliputi; Perencanaan Pembangunan, Penyusunan RPJM Desa, Penyusunan RKP Desa, Penyusunan APBDesa, Pelaksanaan Pembangunan serta Pemantuan dan Pengawasan. KPMD Desa Kemiri Barat ikut berpartisipasi dan terlibat dalam pelaksanaan tahapan-tahapan kegiatan Perencanaan Pembangunan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa KPMD benar-benar bekerja sesuai perannya dan dapat dijadikan sebagai mitra pemerintah desa dalam merencanakan pembangunan desa sehingga pembangunan dapat terlaksana sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.

           Rapat Penentuan Rancangan APBDesa

6. Memfasilitasi Kegiatan Pemberdayaan

    Memfasilitasi terlaksananya kegiatan pemberdayaan merupakan salah satu tugas utama dari KPMD. Ketika masyarakat mampu mengenali kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya dan mampu memberdayakannya secara maksimal sehingga menjadi potensi kearah yang maju, dan berkembang, maka disitulah pemberdayaan akan dikatakan berhasil. Pelatihan dan pembinaan pemberdayaan masyarakat yang berkesinambungan dan tepat sasaran sesuai dengan potensi yang dimiliki, akan menjadikan masyarakatnya sejahtera dan berkualitas sehingga kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat akan semakin terkikis. Itulah tujuan utama dari pemberdayaan masyarakat desa.

    Memfasilitasi Pelatihan Pembuatan Pupuk Oraganik bagi Petani

         Selain kegiatan tersebuat diatas, dalam rangka peningkatan kapasitas dan peran KPMD Desa, Pada tanggal 23 s.d. 27 Januari 2018 salah satu anggota KPMD Desa Kemiri Barat yang diwakilkan saudara Hidayat Solkhan berkesempatan mengikuti Pelatihan KPMD di Balai Besar Latihan Masyarakat Yogyakarta atau lebih dikenal dengan BBLM Yogyakarta. Dia mewakili Kecamatan Subah beserta 9 perwakilan dari kecamatan lain yang ada di kabupaten Batang, antara lain; Kecamatan Gringsing, Tersono, Limpung, Pacalungan, Reban, Bandar, Tulis, Batang dan Warungasem. Tidak hanya kabupaten Batang saja, akan tetapi ada 5 Kabupaten lain yang mengikuti pelatihan di BBLM Yogyakarta, yaitu; Kabupaten Blora, Grobogan, Wonosobo, Sragen dan Boyolali.

     Foto Bersama Kepala dan Tim Pelaksana BBLM Yogya
   Simulasi Mengidentifaksi Potensi dan Masalah Desa
                  Penyampaian Materi Hasil Diskusi
               Simulasi Kegiatan Musyawarah Desa
Simbolis Penerimaan Sertifikat Perwakilan dari 6 Kabupaten

      Dari pelatihan tersebut diharapkan pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh dapat diterapkan di daerahnya sehingga mampu membantu masyarakat untuk mendapatkan kemampuan dan kekuatan (daya) dalam mengambil keputusan dan tindakan secara mandiri demi terciptanya desa yang lebih sejahtera, berdaulat dan mandiri seperti yang telah diamanatkan Undang-undang Desa Nomor 6 Tahun 2014.

      Sebagai Penutup, KPMD bukanlah orang yang pintar, mampu dan menguasai disemua bidang. Akan tetapi, KPMD hanyalah pendamping masyarakat dalam rangka menjalankan amanat UU Desa Nomor 6 Tahun 2014 pasal 1 butir 12 yaitu : upaya mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, ketrampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran serta memanfaatkan sumberdaya melalui penetapan kebijakan, program, kegiatan dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat.

Salam    A    P    I    K ……………!!!!!!!!!