Kethoprak Orang “KARYA BUDAYA”

        Penampilan Acara Bersih Desa Kemiri Barat

          Pada saat itu Desa Kemiri Barat sangat terbelakang dari segala hal, hiburan pada saat itu hanya pada saat ada bulan purnama, para remajanya bermain petak umpet, gobak sodor, dan permain tradisional yang tidak mengeluarkan dana sama sekali, sejak zaman dulu warga Kemiri Barat mencintai kesenian tradisional seperti sintren, kuda lumping, barongan, nini thowok (untuk meminta hujan) yang semua itu menggunakan alat seperti kenung, gong, kendang dan thethe. Dengan perkembangan zaman masyarakat mempunyai radio, dari radio itulah masyarakat secara bersama-sama mendengarkan acara favorit yaitu kethoprak, karena sangat gandrungnya dengan kesenian kethoprak, maka para sesepuh Kemiri Barat membuat kesenian kethoprak ala kadarnya, yang dipentaskan di balai desa, dan karena animo masyarakat sangat luar biasa, maka pada tgl 1 juli 1976, atas prakarsa (Alm)  Mbah Taruni dan (Alm) Mabah Ngatmin (Kadus Kemloko saat itu), Kethoprak Karya Budaya di ikrarkan, saat itu banyak di pentaskan pada acara hajatan. Namun dengan tergesernya kesenian tradisional dengan kesenian modern maka sejak tahun 1980 an Kesenian Kethoprak vacuum bahkan bisa dibilang hidup segan mati tak mau.

       Dan terhitung sejak tahun 2008 dengan kepemimpinan kepala desa yang baruAli Muhyidin, SE  mencoba menggali beberapa jenis kesenian tradisional untuk bisa dibangkitkan kembali, dan dengan motivasi Bupati Batang Bapak Bambang Bintoro, SE  desa Kemiri Barat secara defakto pada hari sabtu 8 april 2008 dicanangkan sebagai Desa Budaya, maka seluruh lapisan masyarakat tergerak dengan sak yeg saekoproyo bahu membahu semangat untuk menggairahkan kesenian kethoprak Karya Budaya” yang hampir punah, dan puncaknya pada hari minggu, 11 oktober 2009 jam 09.00 – selesai Kethoprak Karya Budaya” Desa Kemiri Barat mewakili Jawa Tengah Tampil di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah Jakarta,

          Penampilan di Anjungan Jawa Tengah TMII Jakarta

Dan sampai dengan saat ini kethoprak karya budaya selalu eksis mengisi setiap kegiatan di desa paling tidak setahun sekali dalam kegiatan akhir tahunan.